18
Nov
08

Cincin kawin

Sudah hampir 3 tahun aku memakai cincin ini di jari manisku. Ini merupakan cincin kedua setelah cincin yang pertama dulu pernah melingkar di jari yang sama 9 tahun silam. Cincin ini disematkan oleh belahan jiwa saat kami selesai mengucapkan ijab kabul didepan penghulu. Meskipun berbentuk sederhana tanpa butiran batu berlian, dan berat hanya sekitar 3 gram, tapi cincin ini melambangkan banyak makna dan arti.. Arti yang mendalam tentang ikatan hati dari sepasang nafas manusia yang telah menyatu dalam janji suci pernikahan.

Memang banyak orang yang merasa bangga saat mengenakan cincin di jari manis mereka. Cincin melambangkan banyak makna, terutama bahwa orang yang memakai cincin bukanlah lagi orang yang single.

Dan hari ini, aku harus kembali melepas cincin ini, merelakan dia pergi. Dia yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi, selalu setia membantuku saat aku bekerja, memasak, memandikan buah hatiku, dan semua aktivitas yang aku lakukan. Bukan karena aku bercerai, atau berusaha menyembunyikan status pernikahanku… Tidak! Aku bukan orang pengecut seperti pengarang buku yang karyanya sedang dipopulerkan menjadi satu film yang terkenal dan sedang booming. Atau seorang artis yang tidak ingin mengakui bahwa dia telah merebut suami orang dengan mengatakan bahwa dia menikahi seorang bujangan. Hidupku yang begitu indah terlalu sayang untuk dikotori dengan kemunafikan hanya karena syahwat semata.

Aku harus mengucapkan selamat tinggal pada cincin yang memberiku berjuta kenangan karena memang cincin inilah yang bisa membantuku keluar dari lubang kebingungan. Hidup memang membingungkan, meskipun hidup juga menawarkan berjuta alternatif jalan keluar. Suamiku sempat menanyakan keputusanku ini, karena sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, dia selalu ingin membuat aku bahagia dalam segala hal. :D Tapi kembali pada prinsip utama kami menikah, yaitu selain tercatat di buku nikah, tapi juga sebagai mitsaqon ghaliza, ikrar suci kepada kekasih sejati kami. Kesucian hatilah yang memegang peranan penting untuk menjaga ikatan pernikahan..

Teringat waktu kami sedang mempersiapkan pernikahan dulu, dan aku mengusulkan untuk tidak memakai cincin sebagai lambang pernikahan kami. Ujung-ujungnya adalah protes dari semua kerabat juga orang tuaku.

Sekecil apapun, itu harus ada.. karena itu sebagai simbol bahwa kamu sudah menikah, dan tidak semerdeka dulu lagi. Dan buat suamimu biar dia bisa menjaga dirinya dari segala godaan…

Wah HARUS? Bisa pusing euy… kalau ga punya duit terus gimana? Pake cincin plastik aja kaleeee… :D

[godaan ditepis aja dengan baca : audzubillaahi minassyaiton nirrojiim... nyengir kaya setan mode : ON]

Karena cuti kantorku belum turun dan besok adalah hari penikahan kami, akhirnya aku hanya bisa meminta tolong saudaraku untuk membelikan cincin kawin yang sesuai selera dia. Daaaannnn bisa ditebak, pada akhirnya karena bukan kami yang memilih, kedua cincin itu semuanya kekecilan…. :-) ). Itu juga mengundang protes banyak orang kembali. So what?

Aku tidak membutuhkan cincin untuk membuktikan bahwa aku telah menikah dan punya suami. Aku mengikatkan diriku dan hatiku pada pernikahan ini karena Allah.. karena memang aku menginginkan dia sebagai suamiku, dan menginginkannya tuk dapat mendampingiku dalam suka maupun duka sampai maut menjemput salah satu dari kami….

Banyak orang yang melakukan perselingkuhan dan tergoda dengan hati yang lain selama mereka sudah mengenakan cincin kawin. Jadi, apa bedanya memakai dan tidak memakai cincin kawin? Pada akhirnya hanya menjadi simbol dan asesoris semata bukan? :D

Aku beruntung, budaya Indonesia tidak mengharuskan orang yang telah menikah harus memakai cincin, meskipun budaya di luar mengartikan bahwa orang yang memakai cincin di jari manis kiri adalah orang yang sudah bertunangan, dan sebaliknya yang memakai cincin di jari manis sebelah kanan adalah orang yang sudah menikah.

Ya Allah, semoga pernikahan kami akan selalu langgeng.. menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Berikanlah kami cinta-Mu ya Rabb, agar kami dapat selalu mencintai satu sama lain dan selalu berada dalam naungan cinta dan kasih-Mu…

Tanpa cincin kawin, aku tahu, aku akan selalu hidup dengan cinta.. Karena aku hidup di dunia ini juga atas cinta kekasih sejatiku, meskipun DIA tidak pernah memberikanku cincin..

Sssstttt…. Foto cincin diatas bukanlah foto cincin kami, tapi foto yang diambil dari google.. :D


1 Tanggapan ke “Cincin kawin”


  1. 1 b-young
    1 Desember 2008 pukul 8:26 am

    cincin kawin…. gak pakai juga gak mengurangi rasa sayang,cinta kita pada suami / istri…itu hanya perlambang kalau kita dah nikah… kalau pingin punya cincin kawin lagi…bisa kok di program pas ultah kawinan dan ada money lebih kita beli lagi … dan dipakaikan lagi… asik juga lhoo..


Tinggalkan Balasan




Nyuwun sewu…

Buat yang nyari bacaan yang rada 'tinggi', maaf banget, blog ini bukan tempatnya. Ini cuman coretan dari isi hati, pengalaman, kilas balik perjalanan hidup, daaaannnn mungkin juga hidup kamu. Buatku ini adalah titik awal perubahan meskipun sekedar corat coret semata.. Siapapun boleh mengcopy paste isi blog ini tanpa ijin terlebih dahulu, asal mencantumkan sumbernya.
  • Buat yang sudah mampir berkunjung tapi belum dapat kunjungan balik, mohon dimaafkan, mohon diingatkan, karena yang mengunjungi blog ini, berhak mendapatkan kunjungan balik.. Terima kasih..

Kalender posting

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Kalender Hijriyah

Yang mampir isi ini dulu ya..

YM Online

Moodku berasa…

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Blogroll

Bagi yang merasa link-nya belum tertulis, mohon konfirmasi ya...

Kedipan yang masuk

  • 15,899 Sejak September 2008