Anak adalah buah hati setiap pasangan yang sudah menikah. Berapa pun waktu yang telah ditempuh dalam sebuah pernikahan, pasti akan mendambakan hadirnya buah hati ditengah satu keharmonisan keluarga. Bahkan sebuah keluarga akan terlihat lengkap jika telah memiliki buah hati.
Namun terkadang kehadiran buah hati harus diperhitungkan dengan matang. Pola hidup yang sudah diterapkan tak jarang menjadi berubah dengan adanya buah hati. Slogan tentang Anak merubah segalanya.. mungkin bisa benar untuk urusan-urusan tertentu. Baik dari jam makan, jam tidur, jadwal kegiatan juga berkaitan dengan urusan ranjang yang kini harus berbagi dengan buah hati.
Banyak pasangan suami istri yang mengalami perubahan pola seks setelah memiliki buah hati. Selain karena jam ‘kerja’ yang berubah, juga perhatian yang kini terbagi. Jika dulu masih memiliki waktu luang untuk bermesraan dengan pasangan hati, sekarang waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Bahkan seringkali, schedule yang sudah diatur sedemikian rupa menjadi amburadul karena mungkin sang buah hati sedang rewel atau sakit.
Hal demikian jika tidak segera disiasati dengan cermat bisa menimbulkan konflik antara suami istri. Saat melakukan sex hanya sekedar kewajiban saja atau rutinitas. Kalau ditelaah lebih lanjut ada banyak sebab kenapa gairah sex wanita menurun diantaranya : kesibukan atau rutinitas yang membuat suntuk, stress, kebosanan (monoton), kurang lancarnya peredaran darah, kurang olahraga sehingga aliran darah di daerah intim menjadi kurang lancar yang berakibat sulit merespon terhadap rangsangan, kendurnya otot-otot wanita setelah melahirkan, kurang percaya diri, konflik internal didalam rumah tangga, beban permasalahan didalam dan diluar rumah dan masih banyak lagi. Tapi apapun itu penyebabnya, semua itu dapat mengakibatkan gairah untuk melakukan hubungan suami istri menjadi menurun.
Hubungan seksual yang bermasalah pada pasangan suami istri sering menjadi suatu persoalan yang cukup pelik jika tidak segera teratasi dengan cepat dan baik. Karena seks adalah salah satu faktor dimana pasangan suami istri merasakan adanya suatu kedekatan secara emosional. Seks yang monoton mungkin akan mengakibatkan suatu kebosanan bagi kedua belah pihak. Maka dari itulah perlu dilakukan beberapa cara agar kehidupan seks tetap terjaga dan selalu terasa segar. Kadang seorang suami yang merasa istrinya menjadi ‘dingin’ hingga dia kurang puas, tanpa mau mengerti bahwa istrinya kecapekan mengurus segala tetek bengek urusan rumah dan anak.
Salah satu hal yang terpenting dalam mengatasi hal itu adalah komunikasi yang terbuka dan saling mengerti posisi pasangan. Tak jarang dengan komunikasi yang terbuka, suami dapat mengerti segala keresahan dan kondisi yang sedang dihadapi sang istri. Sedangkan sang istri bisa mengerti dengan masalah yang ada pada sang suami, hingga pada akhirnya jalan keluarpun dapat dicari dan masalah dapat segera terselesaikan
Beberapa hal yang membuat gairah menjadi menurun setelah melahirkan, berikut aku kutip dari pendapat teman-teman..
Mungkin dia merasa body nya masih blom kembali semula… Jadi malu… Kamu lakukan aja hal2 yg romantis. Anak kan baru lahir. Pasti istri tiap hari dan tiap waktu yg jaga donk. Jadi minta tolong siapa kek…. saudara kamu.. atau ortu/mertua untuk jagain anak kalian selama sehari. Kamu dan istri keluar. Dinner, nonton, beliin hadiah…. Kan istri pasti seneng tuh… Seharian main yg happy deh di luar. Kalo udah plg rumah, baru dehh…. Make your move. Hehehhe. ^_^
Bantuin dia dengan segala kesibukan ngurus bayinya… pada saat libur biarkan dia ke salon untuk mempercantik diri,dan gantian jagain bayi di rumah…biasanya wanita semakin bergairah kalo dia merasa cantik dan dihargai…
coba bantu dia mengurus si bayi dan membuat dia istirahat sejenak dengan mengambil alih urusan rumah tangga. setelah bayinya tidur, ajak dia duduk bersama untuk mengobrol. sediakan camilan dan buatkan minuman. sambil dia mengobrol dan menikmati suguhan anda, ungkapkan penghargaan dan perasaan sayang anda kepadanya lalu pandang dia dengan penuh kagum dan cinta.
katakan betapa cantiknya dia setelah menjadi ibu dan anda tidak keberatan dengan perubahan bentuk badannya karena memberi anda anak. mulailah membuat dia merasa nyaman dengan belaian sayang. kalau dia tidak menolak, teruskan rayuan anda karena itu artinya dia bersedia untuk kembali ML.
Solusi dari pendapat memang berbeda-beda. Semua itu berdasarkan dari pendapat masing-masing orang semata. Tapi kalau menurut aku seh, dalam meningkatkan gairah setelah mempunyai anak, terutama setelah melahirkan ada beberapa hal.. Soal itu benar atau tidak, setuju atau pun tidak, kembali kepada pribadi masing-masing.
1. Manfaatkan Waktu
Pasangan suami istri harus pintar dan kreatif dalam mencari cara untuk menjaga hidupnya perasaan cinta mereka. Pentingnya memanfaatkan waktu yang tersedia agar waktu yang sedikit itu bisa digunakan sebaik-baiknya. Terutama carilah waktu yang luang saat bayi Anda sedang terlelap, baik siang maupun malam hari. Apabila tidak ingin melakukan hubungan sex, setidaknya waktu yang tersedia bisa digunakan untuk melakukan kemesraan atau memberikan perhatian kepada pasangan.
2. Perlunya Rencana
Banyak pasangan suami istri menganggap acara spontan akan jauh lebih berkesan, namun sebenarnya banyak hal yang direncanakan jauh hari akan terasa lebih berkesan, karena sudah dipersiapkan dengan matang. Misalkan dengan menitipkan anak sejenak dengan pengasuhnya atau di rumah neneknya. Pasangan yang telah mempersiapkan rencana dengan matang bisa mengolah waktu yang ada agar menjadi sangat mengesankan.
3. Jangan Malu
Jangan pernah malu untuk bersikap seperti saat pacaran dulu. Telpon atau sms pasangan Anda terutama saat pasangan Anda tidak berada dirumah atau sedang dikantor. Tanyakan apakah dia sudah makan siang atau belum.. Setelah menikah tentunya Anda mengetahui apa hobi yang dilakukannya, jadi akan lebih mudah untuk memberikan perhatian kepada pasangan lewat hobi dan kesenangannya.
4. Carilah Alternatif Tempat
Kebanyakan pasangan baru menikah bercinta hanya di tempat tidur. Ubahlah kebiasaan ‘usang’ tersebut dengan hal-hal baru yang bisa dijadikan variasi dalam bercinta. Bercintalah di mana saja, selama itu memungkinkan. Di sofa, di mobil dalam garasi, di dapur dan sebagainya. Selain memecahkan masalah tempat, bercinta di berbagai tempat menimbulkan sensasi tersendiri sehingga memperkaya kehidupan seks Anda.
5. Tidak Perlu Minder
Biasanya wanita yang telah melahirkan mengalami perubahan bentuk tubuh. Seringkali wanita merasa minder. Perubahan fisik pasca kelahiran buah hati adalah hal yang memang tidak dapat dihindarkan. Bentuk tubuh yang tidak seindah masa gadis tidak akan mengurangi rasa cinta kasih suami. Jadi, cobalah untuk lebih rileks saat berhubungan. Jika masih merasa minder, gunakan penerangan yang redup, atau gunakan baju yang menurut Anda sexy sehingga kepercayaan diri Anda akan bertambah.
6. Manjakan Diri
Banyak wanita yang kurang memperhatikan lagi penampilan setelah melahirkan buah hati. Mungkin karena waktu, tenaga dan biaya yang kini lebih banyak terfokus pada buah hati. Padahal itu sangat salah, selain perhatian kepada buah hati, perhatian kepada suami juga kepada diri sendiri juga sangat penting. Jika penampilan kita kurang menarik, tentunya perhatian suami kepada kita juga akan berkurang bukan? Perawatan diri tidak selalu dengan biaya yang mahal. Carilah waktu yang tepat, manjakan diri dengan mandi lulur atau ke salon. Jangan selalu menggunakan daster saat dirumah dan jangan lupa untuk selalu terlihat bersih dan wangi. Jika kita terlihat bersih dan berbau wangi, tentu kepercayaan diri kita pun akan tumbuh dan kita tidak akan merasa canggung dan malu saat berhadapan dengan suami tercinta.
Dari semua hal diatas, yang harus dicermati adalah bahwa dengan hadirnya buah hati bukanlah satu halangan untuk tetap bergairah.. Api gelora yang selalu membara akan membuat keluarga menjadi penuh semangat dan selalu mengeluarga energi yang positif, sehingga aura yang terpancar juga akan penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan.















yaaa… untung tuh punya istri yang tau blog ini,