meredup malu-malu
melirikkan sinar dengan keanggunan temaram
bersama siluet pandangan harmoni
karena surya yang masih mengokohkan diri dalam keperkasaan lembayung sore
ciuman angin nan semilir merasuk pelan dan dalam
memeluk siluet senja yang membaur di kaki bukit
meretas bayang indah berbalur kemilaumu
ah rembulan.. wajah nan rupawan
terbalur dalam retas waktu tak berujung
terdiam, enggan berpaling
katamu,
aku hanyalah rembulan
yang menggantikan kekasihku
karena cinta kami selalu abadi
meskipun tak bersatu….
duh rasa.. yang takkan pernah mampu
menjadi rembulan indah yang bertengger disana
menanti kekasih hati nan sejati















kekasih hati pasti menatap rembulan itu dan berkata
tolong sampaikan rindu ii
jika aku masih menyayanginya
hehehehehe
horeee omiyan bisa juga
dooh indahnya
Penantian suguh pekerjan yang melelahkan..
hmm… dah kangen nih baca tulisan mbak…. tulisannya aduhai.. ^__^