Sunyi senyap, tanpa suara… seakan hening yang merambah hanya satu kilas cahaya peredam menandakan bahwa raga telah memasrahkan diri pada buai mimpi. Jam dinding yang berdetak terdengar seperti meneriakkan bahwa aku harus berlari kembali. Entahlah, sampai kapan aku harus berlari.. Karena waktu yang berputar seakan begitu enggan menungguku.
Dan malam ini, tepatnya pukul 01.20 WIB, aku kembali harus membuka mataku, menyiapkan segala perlengkapan, menjuntaikan keangkuhan dan kesombonganku untuk berlari, mengejar kehampaan yang telah begitu lama menemaniku untuk dapat mengisinya dengan berjuta cinta kekasih sejatiku yang telah lama aku abaikan.
Dinginnya air yang membasuh tangan, wajah hingga ujung rambutku, seperti satu tonic yang menyegarkanku. Rasa kantuk yang tadi menyusup telah menguap dengan segarnya air yang aku rasakan. Bahkan air yang membasuh wajahku terasa lebih mensucikan daripada saat aku facial ke salon-salon kecantikan yang mahal.
Ya Rabb, sucikan aku sebelum aku berlari kembali….
Lanjutkan membaca ‘I’m gonna run to YOU’
Komentar Terakhir